Postingan

Sudah Enam Tahun

dahulu kepalaku begitu resisten atas ide bahwa ada suatu masa kita saling lupa tak pernah sedikitpun bertegur sapa atau bersikap seolah cinta yang gegap gempita itu tak pernah ada bahkan untuk melintas saja ide itu di kepala rasanya begitu menakutkan namun hari ini setidaknya menuju enam tahun ketika pada akhirnya kembang api dari cinta itu membakar hasrat kita untuk bersama, ketika pada saat itu semakin bertahan akan semakin sirna menjadi debu dan kian tak kasat mata, ketika pilihan untuk mencanangkan masa depan berganti menjadi melupa bersama-sama atau dilupakan sendirian, manifestasi ketakutan itu telah lama terjadi. sudah begitu jarang terlintas namamu mengusik ketenanganku bahkan telingaku kian lupa akan suaramu sehingga ketika mencoba untuk mengenangmu rasanya seperti menonton film bisu  tapi apakah kita benar-benar lupa? aku menemukan bahwa begitu menarik ketika manusia bisa melawan kodratnya untuk merasakan sesuatu begitu menyakitkan demi menjaga sucinya kesepakatan, batasa...

Yang Mulia

Yang mulia, Sudah ku siapkan Semuanya Kebahagiaan walau sedihmu melanda Keberadaan ketika rindumu mengepul di udara Kesetiaan ketika ragumu bicara Yang mulia Sudah ku lakukan semuanya Perjuangan untuk kau tertawa Pengorbanan penghapus lara Pelukan penghangat dinginnya duka Yang mulia Aku sudah Sudah Yang mulia Air mataku mendera Keringatku melata Badanku meronta Yang mulia Darahku habis Kering sudah pulmonalis Oksigen menipis Batinku terkikis Yang mulia Benarkah cintamu? Benarkah untukku?

Tenang

Dalam kalimat tanpa titik Dalam sajak tanpa lirik Kau terdiam Hampir padam Biarkan angin topan bertiup Biarkan tanah terus menutup Kau kokoh Tak akan roboh Air tak akan menjadi api Emas tak akan menjadi tahi Kau abadi Aku garansi

2020

Aku lelah dengan pergantian Hingar bingar dan letupan perasaan Aku sudah bosan Dengan resolusi dan harapan Tahun berganti Tapi tak ada yang peduli apa-apa yang mati Hujan pergantian tahun menjelaskan Kita terlalu naif untuk berjalan Yang lemah masih ditelan Yang kalah semakin ditekan Biarkanlah semua usai Bersama debu kembang api mengurai Kita mungkin terlalu suka bersorai Dibanding sadar semakin tercerai Semoga kita semua akan semakin mengerti Kedamaian lebih penting dari sertifikasi halal MUI Bahwa lebih baik diselesaikan dibanding dibawa lari Bahwa lebih baik menyederhanakan dibanding mempersilit, eh sulit diri.

Bunga Tidur

Bunga tidur bersemayam di balik kelam Bersama mimpi ia disulam Dengkurmu mengisi malam Sadarmu masuk dalam-dalam Tidur itu sepupu kematian Napasmu sebatas penanda kehidupan Takdirmu takkan pernah berlarian Hidupmu akan terus berjalan Hingga nanti bunga tidur mekar Dadamu tak lagi mendebar Dan cahaya tak lagi berpendar Sepupunya menunggumu di selasar.

Merah dan Putih

Merah dan putih bersahabat Mereka kerabat dekat Dari jaman merdeka sudah lekat Duh nyamain bait susah amat. Merah dan putih kelelahan 74 tahun sering kehujanan, kepanasan Baru sekarang mereka kelelahan Disuruh berkibar mulu, tak tahan. Mereka dihormati tanpa dihayati Seringkali didiamkan saat hari jadi republik ini Ingin rasanya kembali dijahit Fatmawati Sayang orangnya sudah mati "Jaman sekarang makin rumit," katanya Sama kulit beda suara Tetap ribut ujungnya Seolah sengaja buat mereka kecewa Merah kesal karena ia kadang tak lagi berani Putih kesal karena ia kadang tak lagi suci Merah lebih sering dilambangkan darah Putih lebih sering dilambangkan duka Sebab yang merah kini sering dituduh kiri Yang putih kadang hanya sok suci Orang lebih bangga pada bendera organisasi Bagaimana mereka tak sakit hati? Sudah cukup untuk tak peduli Saatnya saling toleransi Ribut mulu dari jaman kompeni sampai pochinki Sebelum sang merah lari Sebelum sang putih ...

Sembuhlah

Aku rindu kamu Kamu, Yang sedang disayangi penyakitmu Aku rindu kamu Rindu kamu hadir dalam masaku Masa disetiap lini kehidupanku Cepatlah sembuh Aku sudah kirimkan obatmu Berupa peluk jarak jauh Dan puisi pengusir keluh Semoga cukup menghangatkanmu Semoga cukup menyembuhkanmu Cepatlah sembuh Biar kita bincang lagi tentang masa depan Tentang masa kini Aku dan kamu.

Wel

Sebagaimanapun kau merasa jelek Kau tahu Mataku adalah cermin terbaik untukmu Ia selalu subjektif tentangmu Selalu menceritakan keindahanmu dalam ragaku Sebagaimanapun kau merasa sedih Kau tahu Telingaku adalah pendengar terbaik Ia selalu subjektif tentangmu Selalu ingin mendengar cerita dari mulut bawelmu Sebagaimanapun air matamu jatuh Kau tahu Tanganku adalah tanggul terbaik Ia selalu subjektif tentangmu Selalu ingin menyeka air mata yang kadang terlalu deras meluncur di pipimu Sebagaimanapun kau merasa gemas Kau tahu Kepalaku adalah bantal terbaik Ia selalu subjektif tentangmu Selalu ingin diusap dan ditadah dengan tangan mungilmu Yang menyentuh dengan perasaan dikala rindu Sebagaimanapun mereka semua Kau tahu Mulutku adalah penakut paling berani Ia selalu subjektif tentangmu Ia selalu dipaksa mengatakan kejujuran dari hatiku Bahwa aku sungguh menyayangimu.

Postingan populer dari blog ini

Sudah Enam Tahun

Tenang

Perempuan dengan Amarah di Dadanya